Belajar Saham Rotating Header Image

Corporate Action

Umumnya pembicaraan mengenai corporate action mengacu kepada emiten seperti stock split, saham bonus, rights issue dan pembagian deviden.

Menurut peraturan perdagangan BEJ, Corporate action merupakan tindakan emiten yang memberikan hak kepada seluruh pemegang saham dari jenis dan kelas yang sama seperti hak untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham, hak untuk memperoleh deviden tunai, saham deviden, saham bonus, Hak Memesan efek terlebih dahulu, waran atau hak-hak lainnya.

Keputusan corporate aciton harus disetujui dalam suatu rapat umum baik RUPS ( Rapat Umum Pemegang Saham ) ataupun RUPSLB ( Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ). Persetujuan pemegang saham adalah mutlak untuk berlakunya suatu corporate aciton sesuai dengan peraturan yang ada dipasar modal.

belajarsaham

Umumnya corporate action memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepentingan pemegang saham, karena corporate action yang dilakukan emiten akan berpengaruh terhadap jumlah saham yang beredar, komposisi kepemilikan saham, jumlah saham yang akan dipegang pemegang saham, serta pengaruhnya terhadap pergerakan harga saham. Dengan demikian maka pemegang saham harus mencermati dampat atau akibat corporate action tersebut sehingga pemegang saham akan mendapatkan keuntungan dengan melakukan keputusan atau antisipasi yang tepat.

Bagi pemegang saham, jika suatu saham telah masuk ke dalam sistem scripless, maka secara otomatis ( tanpa perlu registrasi ) saham tersebut akan mendapatkan hak-hak atas corporate action. Terutama saham-saham baru, saat dicatatkan sudah sepenuhnya tanpa warkat (scriptless).

Berapa Dana Minimal Untuk Berinvestasi Saham?

Pada dasarnya tidak ada batasan minimal dana dan jumlahnya untuk membeli saham. Dalam perdagangan saham, jumlah yang dijualbelikan dilakukan dalam satuan perdagangan yang disebut lot.

Di Bursa Efek Indonesia, Satu lot berarti 500 saham. Itulah batasan minimal pembelian saham. Lalu dana yang dibutuhkan menjadi bervariasi karena beragamnya harga saham-saham yang tercatat di Bursa. Misalnya harga saham XYZ Rp.1.000, maka dana minimal yang dibutuhkan untuk membeli satu lot saham tersebut menjadi 500 dikali Rp.1.000 yaitu sejumlah RP.500.000. Sebagai ilustrasi lainnya, jika Saham ABC harga per sahamnya Rp.2.500 maka dana minimal untuk membeli saham tersebut berarti 500 dikali Rp.2.500 sebesar Rp.1.250.000.

Bagaimana menjadi nasabah perusahaan efek (Pembukaan rekening nasabah)?

Sebelum Anda melakukan jual beli saham, seperti layaknya membuka rekening di bank maka terlebih dahulu Anda harus membuka rekening di satu atau beberapa perusahaan efek.

bukarekeningsaham

Dengan pembukaan rekening tersebut maka secara resmi Anda tercatat sebagai nasabah dan data identitas Anda tercatat dalam pembukuan Perusahaan Efek seperti Nama, Alamat, Nomor Rekening Bank dan data-data lainnya. Bersamaan dengan pembukaan rekening ini, Anda menandatangani perjanjian dengan perusahaan efek yang menyangkut hak dan kewajiban kedua belah pihak.

Bagaimana Berinvestasi di Saham?

bursaefekindonesia

Bursa efek merupakan sebuah pasar yang terorganisasi dimana para pialang melakukan transaksi jual beli surat berharga tersebut dengan berbagai perangkat aturan yang ditetapkan di bursa efek tersebut.

Apabila kita ambil perumpamaan, bursa efek ibaratnya seperti PD Pasar Jaya selaku pengelola pasar dimana kios-kiosnya disewakan kepada pedagang. Pedagang disini adalah broker atau perusahaan efek. Sementara pembelinya disebut investor atau pemodal.

Jadi pembeli tidak berhubungan dengan PD Pasar Jaya, tetapi berhubungan langsung dengan pedagang. Yang berhubungan dengan PD Pasar Jaya adalah para pedagang yang menempati kios tersebut.

Pada dasarnya, jika Anda ingin melakukan pembelian maupun penjualan saham, maka Anda harus berhubungan dengan perusahaan efek atau biasa disebut broker atau perusahaan pialang yang menjadi Anggota Bursa.

Perusahaan efek ini memiliki wakilnya di Bursa Efek yang biasa disebut pialang. Pialang tersebutlah yang akan melakukan transaksi atas dasar order atau amanat yang Anda berikan baik untuk jual maupun untuk beli. Pialang tersebut dapat juga memberikan anjuran atau berbagai nasihat lainnya sehubungan dengan rencana investasi Anda. Atas jasanya itu maka Anda wajib membayar biaya komisi kepada pialang.

Saham Sebagai Pilihan Investasi

Ada banyak pilihan atau objek yang dapat Anda gunakan dalam berinvestasi dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa mendatang.

Investasi dapat Anda lakukan antara lain menabung, membuka deposito, membeli tanah dan bangunan, membeli emas maupun membeli surat berharga seperti saham, obligasi dan lain-lain.

saham

Apa Keuntungan dan resiko berinvestasi di saham?

Pada dasarnya semua pilihan investasi mengandung peluang keuntungan di satu sisi dan potensi kerugian atau resiko di sisi lain. Seperti tabungan dan deposito di Bank memiliki resiko kecil karena tersimpan aman di bank, tetapi kelemahannya adalah keuntungan yang lebih kecil dibandingkan potensi keuntungan dari saham. Investasi di properti (rumah dan tanah) semakin lama semakin tinggi harganya, tetapi ada juga resiko bila tergusur atau terjadi kebakaran dan banjir. Sedangkan untuk usaha sendiri ( wirausaha ) ada resiko untuk bangkrut atau pailit sementara investasi di emas memiliki resiko harga turun atau bila disimpan ditempat yang kurang aman, bisa juga hilang karena dicuri.

Khususnya untuk saham, peluang keuntungan dan resiko yang mungkin timbul antara lain:

Keuntungan

1. Capital Gain

Yaitu keuntungan dari hasil jual beli saham berupa kelebihan nilai jual dari nilai beli saham tersebut. Misalkan sewaktu membeli nilainya Rp.2.000 per saham dan kemudian dijual dengan harga Rp.2.500. Jadi selisihnya yang sebesar Rp.500 ini disebut Capital Gain.

Saham merupakan surat berharga yang paling populer diantara surat berharga yang ada di pasar modal. Kenapa? Karena bila dibandingkan investasi lainnya, saham memungkinkan pemodal untuk mendapatkan return atau keuntungan yang lebih besar dalam waktu relatif singkat (high return).

Selain high return, saham juga memiliki sifat high risk yaitu suatu ketika harga saham dapat juga melorot secara cepat, atau sahamnya di delist (dihapuskan pencatatannya) dari bursa sehingga untuk jual-beli harus mencari pembeli atau penjual sendiri dan saham tidak memiliki harga patokan pasar. Dengan karakteristik high risk high return ini maka pemodal perlu terus memantau pergerakan harga saham yang dipegangnya, agar keputusan yang tepat dapat dihasilkan dalam waktu yang tepat pula.

2. Deviden

Deviden merupakan keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Biasanya tidak seluruh keuntungan perusahaan dibagikan kepada pemegang saham, tetapi ada bagian yang ditanam kembali. Besarnya deviden yang Anda terima di tentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan tersebut. Namun yang perlu dicatat adalah bahwa perusahaan tidak selalu membagikan deviden kepada para pemegang saham tetapi tergantung kepada kondisi perusahaan itu sendiri (khususnya berkaitan dengan keuntungan yang diraih). Artinya jika perusahaan mengalami kerugian tentu saja deviden tidak akan dibagikan pada tahun berjalan tersebut.

Resiko

1. Capital Loss

Capital Loss merupakan kebalikan dari capital gain yaitu suatu kondisi dimana Anda menjual saham yang Anda miliki dibawah harga belinya. Misalnya saham PT.ABC Anda beli dengan harga Rp.2.000 persaham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp.1.400 persaham.

Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, maka Anda kemudian menjual pada harga tersebut sehingga Anda mengalami kerugian sebesar Rp.600 per saham. Itulah capital loss  yang menimpa Anda.

2. Resiko Likuidasi

Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkut oleh pengadilan atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapatkan prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemengang saham.

Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh apa-apa. Ini merupakan resiko yang terberat dari seorang pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan dari perusahaan yang sahamnya dimiliki.

Anda sudah tertarik untuk investasi di saham? mari kita lanjutkan ke tulisan yang lainnya.